Rabu, 10 November 2010

Nasi Teri di Punggung Halimun

"Kamulah lelaki sesat lagi susah diatur", begitulah hardik Mbok Rah -Juru Jampi kampung kami dulu sewaktu aku masih kecil- sambil tak henti mengunyah sirih. Seumur-umur aku tak percaya ramalan itu, sampai di suatu subuh  sepertinya ramalan  yang telah lama terdiam di awan-awan, terlempar ke pucuk pohon trembesi dan pohon kokoh  keluarga Fabaceae ini mementalkannya padaku.  
***
Betapa tidak, disaat banyak gunung sedang bangun dari tidurnya, -Merapi meletus lalu Krakatau  mulai kambuh bengeknya- dan diikuti belasan gunung lainnya yang tadinya seanggun putri solo tapi kini mulai genit, eh malah aku merencanakan naik gunung lagi.

JALAN ASIK KE SITU GUNUNG

thanks for reading, Apa aja yang dilihat? Banyak, jembatan gantung terpanjang, curug Sawer, keranjang Sultan, jembatan gantung merah. Bagaim...