Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label town trip

Terasiring Sawah Ubud

thanks for reading, Bali adalah singgasana dewa keindahan. Dimana-mana benda seni, lukisan, patung, tari-tarian, bahkan pematang sawahpun bersolek.  Ubud, sebuah kota kecil di tengah Bali, kota galeri orang bilang, di sana terdapat sawah padi yang dibuat sedemikian rupa pematangnya sehingga apik. Terasiring sebenarnya adalah tata kelola sawah yang bertujuan untuk pengairan dan mencegah erosi, namun bentuknya yang eksotis, areal sawah di daerah ceking ini sangat indah untuk dinikmati. Maka Ubud bukan hanya kaya dengan galeri lukisan dalm pigura, tapi juga lukisan hijau dan indah dengan pigura langit biru.

Agrowisata Batu

thanks for reading, Batu terletak di sebelah barat laut Malang. Kota berhawa sejuk ini telah lama tersohor sebagai penghasil buah apel. Maka tak salah bila anda sekali waktu berkunjung ke sini untuk melihat bagaimana apel dibudidayakan. Eh tapi nanti dulu, mampirlah ke alun-alun kota, unik ada bangunan serupa strawbery yang rupanya merupakan kantor penerangan wisata. Kreatif, baru kali ini ini kantor dinas pemerintah menanggalkan kesan kaku warna kremnya. Di sini kalo tidak hujan, sempatkanlah naik 'Batu Eye" semacam roda raksasa yang dapat dinaiki sehingga kita dapat melihat sisi kota dari ketinggian. Terdapat beberapa atraksi di Batu sebut saja Jatim Park 2, Batu Night dan agrowisata. Ada beberapa wisata agro, salah satu yang kukunjungi adalah sebuah hotel wisata yang memiliki lahan apel dibelakangnya, mengenakan tarif masuk kebun apel Rp. 50.000 dengan mendapat 2 buah apel petik sendiri dan segelas jus apel, ehmm, muahal jika dibanding fasilitas yang diberikan, tapi t...

Bel Canto goes to Parakan

thanks for reading, Pagi itu si cantik kembang Teleng ( Clitoria ternatea ) sedang mekar-mekarnya. Lihatlah titik-titik embun masih menempel mesra di pinggir kelopaknya yang tipis. Berayun-ayun diterpa angin pagi. Bunga dari tanaman merambat yang masih sekeluarga dengan flamboyan itu sedang memamerkan warna biru genitnya. Lentik dan cerah. Secerah sambutan tepuk tangan hadirin ketika kami selesai melantunkan Ride the Chariot di GKI Parakan. Di pagi yang dingin itu, justru kami merasakan kehangatan luar biasa. Nanti kuceritakan padamu kenapa bunga ini memikatku. *** DAY 1 Bel Canto kali ini mendapat kesempatan melawat para sahabat di Parakan dan Wonosobo. Setelah berkendara 14 jam dengan bis melalui jalan yang di beberapa tempat lebih mirip tambak bandeng, akhirnya pukul 09.05 berhasil sampai di Wonosobo. Mengawali hari dengan sarapan Nasi rames di Jalan Ahmad Yani. Nasi dengan lodeh tahu cabai hijau, daging ungkep, tempe kemul. Disantap...

Itinerary Puncak

thanks for reading, Obat galau hari Sabtu-Minggu. Semoga itinerary ini bisa membantu: 06.00 star dari Jakarta ke Puncak, sengaja berangkat pagi untuk menghindari kemacetan di Gadog 07.30 sampai di puncak, untuk sarapan saya lebih memilih all you can eat, karena setelah dihitung2 lebih murah daripada ketengan, ditambah lagi suasananya bisa bintang Must see: Lanjut ke Istana Cipanas Kebun Raya Cibodas

Garut, antara dodol dan Swiss van Java

Situ Cangkuang thanks for reading, Liburan nyepi jatuh di hari jumat, pantas saja penyakit kluyuranku kumat. Berbekal persiapan seadanya akhirnya kuarahkan stir ke Garut. Garut, begitu mendengarnya tentu terlintas makanan legit dan manis, dodol. Dulu dodol umumnya dibungkus dengan sangat sederhana, namun dalam perkembangannya sekarang dodol telah dipadu dengan coklat misalnya, dibungkus cantik tak kalah dengan coklat pada umumnya. Garut dulu dikenal sebagai Swiss van Java, mengingat kontur tanhnya yang bergunung-gunung dan tentunya indah. Tak salah memang, ada gunung Cikurai yang mengangkang di bagian selatan barat kota ini, belum lagi Papandayan dan gunung Guntur agak sedikit ke utara. Semoga gelar ini dapat dipertahankan terus di tengah derasnya pembukaan areal baru untuk pemukiman.

Reruntuhan Istana Sultan Ageng Tirtayasa

thanks for reading, Liburan Imlek kemana ya? Hitung kancing baju, akhirnya pilihan jatuh ke Objek Wisata Banten Lama. Kerajaan Banten merupakan kerajaan Islam di bagian paling barat pulau jawa. Setelah melancarkan serangan ke Sunda pedalaman akhirnya kesultanan Banten menjadi penguasa di jawa bagian barat sampai selat sunda. Mencapai kejayaannya pada pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Tercatat armada Cornelis de Hotman mendarat pertama kali di pulau jawa adalah di pelabuhan Banten. Karena perang saudara antara Sultan Ageng dengan anaknya (Sultan Haji) maka kesultanan Banten berangsur melemah dan dengan pengaruh VOC, kesultanan Banten berakhir dan saat itu hanya menjadi karisidenan. Namun kini sisa-sisa peninggalannya masih dapat kita jumpai berupa reruntuhan benteng, beberapa pucuk meriam dan masjid agung banten. How to get there: Dari jakarta ke tol tangerang, exit serang timur. ikuti petunjuk jalan arah Banten Lama kira2 15km

Pesona Wisata Ciwidey

thanks for reading, Ciwidey terletak di bagian selatan-barat dari Bandung, bila anda dari Jakarta keluarlah dari Tol exit Kopo. Hari tertentu agak macet, namun perjalanan 26 km anda dari pintu tol ini ke kawasan Ciwidey akan terbayar lunas. Petik Strawberry Atraksi menarik di saerah ini adalah petik strawberry. Buah berbentuk love yang kaya vitamin C ini bergandulan di dahan hijau di pot-pot hitam. Nikmatilah sejenak kesegaran jus strawberry segar langsung dari alamnya. Jangan lupa mencoba nasi goreng strawberry atau kalau mau sedikit berpetualang cobalah tongseng strawberry.

World Batik Summit "Indonesia: Global Home of Batik"

thanks for reading, Memperingati diakuinya Batik sebagai intangible world heritage oleh UNESCO, diselenggarakan Pameran Batik di Jakarta Convention Center tanggal 28 September - 2 Oktober 2011. Diikuti oleh pengusaha dan desainer batik hampir dari seluruh nusantara. Warna yang menjadi tren kali ini adalah batik indigo. Warna yang aneh bagi saya -kebiruan gitu- tapi ternyata di tangan para pembatik, warna ini bisa dieksplor sedemikian rupa sehingga batik semakin kaya coraknya.

Suggested Itinerary for Lebaran in Jakarta

thanks for reading, Jakarta macet memang tempatnya, mungkin hanya saat Lebaran saja Jakarta lebih sepi. Saat seperti inilah waktu yang tepat untuk menikmati jalanan Jakarta. Dalam bahasa lonely planet disebut when to visit . Umumnya dikaitkan dengan cuaca / iklim, kondisi sedang hujan atau kemarau. Namun untuk Jakarta aku usulkan dikaitkan dengan liburan lebaran karena mungkin hampir separuh penduduk jakarta sedang mudik, jadi Jakarta lebih lengang. Dengan pertimbangan jalanan yang relatif sepi, enaknya kemana ya sehari setelah lebaran ini? Ke Museum! Akhirnya dipilih rute Museum Tekstil kemudian Museum Nasional dan lanjut ke Museum Fatahillah.

Tambah Pintar di Taman Pintar

Benarlah ungkapan Yogya tak sekedar Malioboro. Memang kecenderungan wisatawan belum berasa ke Yogya kalau belum ke Malioboro. Sebagai ikon wisata Yogya, Malioboro telah melegenda. Namun kali ini saya mau buktikan masih banyak tempat yang layak dikunjungi selain Malioboro. Sebut saja Taman Pintar . Taman yang berlokasi di Jalan Senopati (jika anda melintas Malioboro, lurus saja sampai ketemu perempatan lampu merah, terus belok kiri).

Kangen Solo

Akhirnya punya kesempatan mengunjungi Solo lagi. Meski hanya sebentar tapi tak mengapa. Pertama langsung ke Pasar Klewer yang terletak di Jalan Radjiman, Solo. Konon merupakan pasar batik terbesar di Indonesia. Puaskan hasrat anda belanja batik di sini. Ada batik tulis, cap dan kain lurik. Ada juga motif khas Solo, teruntum. Meski batik solo tak selalu solo, tapi tetap asyik berburu batik di sini. Karena sudah jam makan siang, langsung ke warung Kerengsengan. Kalau di Jakarta seperti tongseng tapi kuahnya lebih sedikit. Ada juga sate buntal, seperti sate pada umumnya tetapi terbuat dari daging yang telah dihancurkan terlebih dahulu kemudian dililit ke tusuk sate dan dibungkus lembaran lemak untuk selanjutnya dibakar. Wah dengan minuman es jeruk sungguh pas, panas kombinasi dingin.

Blitar kota Patria

Blitar, kota di selatan Jawa Timur, banyak yang menjulukinya kota pensiun, adem anyem. Menjadi pilihan tepat untuk menyepi dari rutinitas anda. Misalnya pertengahan Juni ini, diselenggarakan Haul Bung Karno. Peziarah dari berbagai penjuru nusantara tumpek blek di area makam yang terletak di kelurahan Sentul, Kotamadya Blitar. Di pintu gerbang anda dapat membeli bunga (rp2.000) supaya dapat anda taburkan di pusara proklamator ini.  Banyak peziarah memanjatkan doanya, saat penulis berkunjung ke sini, tampak sekelompok umat hindu dengan busana khasnya sedang menggelar upacara keagamaan. Dan dibelakang sana, belasan umat Budha sedang menunggu giliran untuk memanjatkan doanya sambil memegang lidi setanggi. Di dekat pusara bung Karno terdapat batu granit hitam besar bertulis : disini dibaringkan Bung Karno, Proklamator, Presiden pertama RI, penyambung lidah rakyat. Dalam komplek makam ini terdapat perpustakaan, tepat di depan komplek makam, anda akan melawati kolam dengan deretan tian...

Wisata Lembang

Lembang, dataran tinggi di sebelah utara Bandung memiliki pesonanya sendiri.  Menurut Atlas, terang tertulis bahwa Lembang terletak di daerah tropis, namun kesejukannya tak kalah dengan perancis.  Suhu pagi hari bisa tiarap sampai  20 0 C. Jika kebetulan angin sedang bertiup melewati sela-sela kupingmu, maka seperti terciprat es, terasa sedikit panas lantaran dinginnya. Nah kau yang telah bosan dengan panasnya Jakarta, sesekali perlu mencoba Lembang. Jarak tempuh tak jadi soal meski hanya punya 2 hari libur tiap weekend, tol Cipularang akan mempersingkat waktu tempuhmu. Baiknya berangkat pagi-pagi benar, kau tahu sendiri kan, tiap weekend kendaraan di sini antri panjang  seperti orang mengungsi.

Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-ogoh

Cuaca mendung dan sekali-sekali gerimis tak menghalangi umat Hindu mendatangi acara Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh di sisi barat Monumen Nasional, Jumat tanggal 4 Maret 2011. Acara ini digelar dalam rangka Tahun Baru Saka 1933 keesokan harinya. Para pria datang dengan pakaian  putih lengkap dengan tutup kepala khas Bali. Sementara wanita memakai gelung. Sementara rombongan ogoh-ogoh berdatangan memakai truk. Beraneka bentuk makhluk seram (Buthakala) yang menghuni alam bawah alamnya manusia umumnya berwarna merah, berkuku panjang, mata melotot dan taring panjang.

Tur 'Ilmiah' di Bogor

Selama ini kalau ke Bogor yang terpikir adalah Factory Outlet.  Aneka Tas, Baju dan barang fashion lainnya melambai menggoda sepanjang Jalan Pajajaran sampai Tajur. Nah kali ini ingin tur bernuansa lain.  Mau yang berbau  ilmiyah supaya terkesan  agak berbau buku. Bukan tanpa sebab, ini semua gara-gara gantungan kunci itu. *** Masih ingat dulu waktu masih kecil, di kampung kami, anak-anak sering main dengan sejenis kumbang berwarna hijau, jika sayapnya dipandang dari arah tertentu akan terbias warna kuning keemasan. Berkaki enam, berantena pendek, kami biasa menyebutnya Samberlilen . Sudah lebih dari tiga kali pemilu, aku tak pernah lagi melihat kumbang ini di alam bebas. Mungkin sudah punah.

Gadog, sisi lain pesona Puncak

Selama ini kalau ke puncak biasanya berkutat di Puncak Pass, Taman Safari  atau Kebun Teh maka kali ini mencoba menyusuri jalur alternatif puncak. Jalan alternatif ke puncak ada beberapa, salah satunya setelah anda keluar tol Ciawi, ambil jalur kiri ke lampu merah Gadog, kira-kira 200 m belok kanan setelah alfa mart. Ternyata sepanjang jalan ini banyak tersedia sarana outdoors mulai out bond, camping ground, atau sekedar sightseeing. Pemandangan tak kalah bagusnya dengan kawasan Puncak Pass. Salah satu yang penulis coba adalah Alam Boriska. Terletak di km 5,5 Jalan Alternatif ini, di sebelah kiri. Begitu anda menuruni jalan masuk, maka di depan ada pelataran untuk melihat panorama, didominasi oleh persawahan dengan latar belakang gunung Gede. Petani masih banyak yang menggunakan Kerbau untuk membajak, jadi tidak berisik oleh kemelotok siklus Diesel dan bebas bau sangit sisa pembakaran solar.

Wonosobo

Mi Ongklok Tujuan trip kali ini adalah mengeksplor Wonosobo, Jawa Tengah. Beberapa kali mendengar promosi dari kawan tentang keunikan Wonosobo. Berniat membuktikannya maka pagi ini berangkat dari Jakarta melalui Cirebon, mampir makan siang di  sebuah restoran Kepiting terkenal di Comal. Setelah menyusur Pantura sampai Weleri, belok ke jurusan Temanggung ke arah selatan. Siang ini hujan gerimis disertai angin sepanjang jalan dari Weleri sampai pertigaan jalan raya Temanggung-Parakan. Bunyi sibakan wiper kaca depan terbias kemelitik air hujan yang menimpa kaca depan ottoku. Desiran angin sayup-sayup terdengar di sela-sela spion. Menjelang Parakan, hujan berhenti dan lihatlah, langit seperti terbuka, awan kelabu menepi, langit kebiruan di atas jalanan yang membelah gunung Sumbing di kiri dan gunung Sindoro di kanan. Tetapi senbentar saja, karena pedhut (embun) mulai turun.

Pesona Dieng Plateau

Sawah di tepi jalan Raya Dieng Pagi ini ingin lihat dataran tinggi Dieng. Berangkat dari alun-alun Wonosobo ke arah utara melalui Jalan Raya Dieng. Sepanjang jalan disuguhi pemandangan sawah hijau bertingkat-tingkat seperti kue lapis. Benarlah kata teman, Dieng tak kalah pesonanya dibanding  dengan kawasan  Blue Mountain , Australia. Jika Blue Mountain membiaskan warna kebiruan karena uap daun-daun eucaliptus , maka Dieng memantulkan warna kehijauan yang segar. Jadi perjalanan menanjak ini terbayar impas sudah. Konon Dieng berasal dari kata Di-Hyang , artinya tempat bersemayam para Dewa. Udara sangat sejuk kadang menggigil kalau ada angin, bahkan pada musim kemarau anda akan menemukan embun di rumput-rumput yang mengkristal menjadi es karena beku. 

Pesona Bali Garden Taman Bunga Nusantara

Kali ini lagi pengin lihat bunga. Lho kok? Tadinya agak risih, tapi omong-omong soal bunga, bukan konsumsi kaum feminim aja. Di Belanda misalnya, wisata Tulip Garden (Keukenhoff) digadang-gadang masuk sebagai salah satu the most to do list jika ke sana, ditonton  segala kalangan, itupun gak buka di tiap bulan (tergantung musim), cuma April - Mei.  Nah, di Indonesia ini kan bunga ada sepanjang  tahun sepanjang musim, kenapa gak dimasukkan dalam t he most to do list untuk wisatawan? Saya tidak meminta maaf untuk pernyataan berbau nasionalisme ini, maklum ini kan Agustus.  

Nyangsang di Subang

Sabtu 3 Juli 2010, lagi enak-enak bengong depan TV tiba-tiba sekelebat melintas bayangan putih-putih, semampai, gelantungan. Bukan Kuntilanak, bukan, tapi Peuyeum. Tape khas jawa barat. Kebetulan di meja ada Atlas SD anakku, buka acak, eh ketemu kota Subang. Yo wis..daripada mati gaya, start bertiga ke sana.  Sengaja lewat Tol Cikampek mentok ke kanan, karena sebelas tahun lalu pernah lewat sini masih ada hutan jati. Tapi sekarang kiri kanan belasan restoran. Sampai di perempatan ambil kiri ke arah Subang. Dan benar, sepanjang jalan menuju Subang, di kiri kanan jalan bergelantungan si putih semampai ini. Jalan terus ketemulah perkebunan karet, pohonnya miring-miring mengikuti arah angin.   Ngubek-ubek dalam kota Subang, unik, kotanya cukup kecil dan bersih.