Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mountain hiking

Treking Cisadon

thanks for reading, Alternatif olahraga di hari cerah, memang perlu efort karena letaknya di pedalaman sentul selatan. Dengan mobil dari jakarta keluar pintu tol sentul selatan. Kemudian menuju titik 0 km Hambalang. Bermotor lebih praktis. Ikuti jalan menuju koordinat ini. parkiran trail prabowo https://maps.app.goo.gl/7T16kdmozDT6KNZg6 Parkir tidak terlalu luas. Mungkin hanya muat untuk 20 mobil dan 40 motor. Jadi usahakan pagi sudah sampai di titik start. Rupanya trek treking termasuk favorit  terbukti pagi benar sudah banyak yang datang. Panjang trek 7 km sampai desa Cisadon, elevasi tidak sampai 400 m, jadi bersahabat untuk treker pemula. Bahkan beberapa anak TK Nol besar terlihat semangat treking. Kondisi jalur sebagian besar jalan batu (makadam), jalan berpasir dan beberapa zona jalan berlumpur. Karena jalur berada di sisi tebing maka terdapat rembesan air yang mengalir ke jalur. Terdapat curug di kanan jalur, airnya meluap ke jalanan. Habitasi adalah hutan dataran rendah, d...

Burangrang

thanks for reading, " Ceu , lihatlah tanda totol di tumit anakmu ini. Nantinya pasti jadi orang yang tegar hati, kuat jalannya!", begitu kira-kira kata-kata ibuku meniru bidan kampungku waktu persalinan saat aku lahir. "Itulah dirimu nak!" tambah ibuku sambil mengulek lengkuas dengan cobek batunya. *** Oh iya, namaku Herma, diturunkan dari Hermes , dewa yunani pelindung kaum pengelana, begitulah ibuku menamaiku sesaat setelah persalinanku. Tiba-tiba di kaki Burangrang ini terlintas kata-kata ibuku belasan tahun lalu, sepertinya baru kemarin saja. Lihatlah cumulus di depan itu. Ekornya sudah menggulung ke bawah. Sudah jelas nantinya akan turun hujan. Bahkan dukun hujan BMKG sudah berhari-hari yang lalu mencatat dalam webnya akan turun hujan di tlatah Dayang Sumbi ini. Malah sesekali kilat menyambar di barat daya sana. Cakar ganas jingganya mencoba meremas ujung pohon di bukit itu. Tapi entah ini keputusan cerdas atau maha tolol aku tak tahu, tetap kukuatk...

Gunung Puntang, Pendek tapi Menantang

thanks for reading, Subuh di Pos terakhir Sabtu 2 Juni 2012, tepat di minggu-minggu akhir musim hujan, Gunung Puntang yang terletak di selatan Bandung menjadi tujuanku. Satu-satunya info yang kudapat adalah areal ini pernah menjadi stasiun radio jaman peemrintah kolonial Belanda dulu. Selebihnya adalah gelap, segelap awan di selatan sana terus menggantung sejak aku duduk terpojok di dalam angkot antik jurusan Banjaran-Cimaung. Antik karena kau mesti masuk dari belakang, melalui pintu aneh yang macet tak mau ditutup, menganga sepanjang jalan.  Jam tanganku menunjuk pukul 12.55 ketika bunyi rem angkot mendecit tepat di depan Base Camp PGPI (persaudaraan Gunung Puntang Indonesia). Sebelum mendaki, mesti registrasi di sini. Bagi yang mau didampingi, tersedia jasa porter, tidak gratis tentunya. 

PANGRANGO AKHIRNYA KAU MEMANGGILKU

thanks for reading http://www.memorableindonesia.blogspot.com/ Sejak SD dulu pembina Pramuka kami bertalu-talu mengingatkan kalau yang namanya ber-ber, september-oktober dan kawan-kawannya itu, hampir selalu diguyur hujan. Maka jikalau harus pergi, pergilah ke tempat kau bisa berteduh. Petuah ini bulat-bulat kulanggar. Bulan November ini karena sebab yang tak jelas, kuputuskan mengunjungi Pangrango. Pangrango, dengan tinggi 3.019 mdpl tercatat sebagai gunung tertinggi nomor dua di bumi Pajajaran ini. Berempat berangkat ke arah Cibodas tanggal 18 November 2011. Setelah sempat menumpang tidur di sebuah warung di pasar Cibodas, akhirnya pendakian dimulai pukul 10.15 esok harinya. Sampai camp Kandang Badak, trek yang dilalui adalah sama dengan jika kau mendaki Gede.  

Pemandian Dayang Sumbi di Tangkuban Parahu

thanks for reading, Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, sering dieja Tangkuban Perahu adalah gunung di tlatah Pajajaran yang melegenda. Jika dari Bandung cukup 20km ditempuh ke arah utara. Setelah lulus macet di Jalan Setiabudhi lurus saja ke arah Lembang. Kemudian melewati pasar Lembang ada pertigaan ambil kiri arah Subang. Jalan masuk ke areal wisata kawah ini sangat rindang ditutupi daun-daun jarum Pinus meksiko ( Pinus merkusii ) dan juga kebun teh ( Camelia sinensis ) di sekitarnya. Uniknya gunung ini adalah anda dapat memarkir mobil persis di depan kawah Ratu. Sebenarnya Tangkuban Perahu memiliki banyak kawah namun yang paling terkenal dan sering dikunjungi orang adalah kawah Ratu.

Di Bawah Kangkangan Daster Nyi Salak Yang Congkak

Yang terakhir kuingat adalah aku terjengkang di sebuah bale-bale bambu di pinggir kebun Murbei lereng gunung Salak. Tiba-tiba pandanganku kabur, semua mendadak temaram. Masih sempat kudengar teman-temanku memanggil, aku ingin menjawabnya tapi lidahku seperti kena lem. Aku berusaha keras menjawab dan meraih tapi seperti ada sekat yang memisahkan kami. Aku seperti mengambang di keremangan. Apakah aku sudah mati? Ini pasti gara-gara tas tak tahu diri itu. Nanti kuceritakan kenapa sampai terjungkal di bale-bale rusak ini? ***

Ilalang Lereng Gunung Guntur

Kok gundul? Itulah kesan pertama saat kau lihat gunung Guntur. Seperti pria setengah baya saja. Mulai kekurangan testosteron yang jadi biang kerok gundul di bagian belakang kepalanya dan mulai menurun  kekuatan fisiknya. Namun kawan, jangan sekalipun kau remehkan gunung ini, meski gundul  tetap menyimpan misteri dan keliarannya sendiri. Kau lihat nanti dia telah menipuku terang-terangan. *** Gunung Guntur terletak di kecamatan Tarogong, Garut. Cukup mudah mencapainya. Bila kau dari Jakarta, naik saja Bus dari Kampung Rambutan, turun di lapangan bola Tanjung (Warung Peteuy, Garut) dan di pertigaan tak jauh dari situ banyak truk pasir, kau dapat meminta sopirnya untuk menumpang ke penggalian pasir. Di situlah pintu masuk ke komplek gunung Guntur. Kusebut komplek kerna ada beberapa puncak yang dapat kau daki.

Papandayan Edelweiss Garden

Dead Forest This Saturday, very early morning we were  already in Guntur bus terminal, Garut, West Java. We have not arrived at Papandayan yet, but trembled with coldness already. The cold wind did not seem to respect the jacket I was wearing. After breakfast too early and passengers slept in the sate hut, we go to T Intersection at Cisurupan district which have  "Gunung Papandayan" name plank with Angkot (such a public transportation). Then our journey to Papandayan Base Camp using vegetable freight pickups. Along the way to base camp, there  are farmers houses that are interspersed with squash, banana tree and again which is always mocking me, the waving leaves, oloracea brassica .

Nasi Teri di Punggung Halimun

" Kamulah lelaki sesat lagi susah diatur ", begitulah hardik Mbok Rah -Juru Jampi kampung kami dulu sewaktu aku masih kecil- sambil tak henti mengunyah sirih. Seumur-umur aku tak percaya ramalan itu, sampai di suatu subuh  sepertinya ramalan  yang telah lama terdiam di awan-awan, terlempar ke pucuk pohon trembesi dan pohon kokoh  keluarga Fabaceae ini mementalkannya padaku.   *** Betapa tidak, disaat banyak gunung sedang bangun dari tidurnya, -Merapi meletus lalu Krakatau  mulai kambuh bengeknya- dan diikuti belasan gunung lainnya yang tadinya seanggun putri solo tapi kini mulai genit, eh malah aku merencanakan naik gunung lagi.

Papandayan Edelweis Garden

Sabtu ini, pagi buta sudah berada di terminal Guntur, Garut, belum apa-apa sudah kedinginan. Tegal Alun Angin dingin seperti tak menghormati jaket yang kupakai.  Setelah makan kepagian dan s empat numpang tidur di warung sate, kami lanjut ke pertigaan kec Cisurupan yang ada plang Gunung Papandayan dengan angkot. Lalu perjalanan menuju Base Camp Papandayan menggunakan mobil bak terbuka angkutan sayur. Sepanjang jalan menuju base camp , kiri kanan adalah rumah penduduk yang diselingi tanaman menjalar Labusiam, pisang dan lagi-lagi daun melambai yang selalu meledekku, Oloracea brassica sialan itu. Base Camp pagi itu masih sepi, semua warung tutup, hanya ada 1 orang staff Tourist Information yang berjaga.  Kata penduduk setempat Papandayan berasal dari kata Panday artinya perajin tempa besi. Konon dulu menurut cerita turun temurun, di gunung ini sering terdengar dentingan logam seperti empu sedang menempa besi, sehingga penduduk memberinya nama Papandayan.

Pecicilan di Gunung Gede

Seneng rasanya sudah dua tahun BMI bertahan di bawah 23, setelah bertahun-tahun berkutat di angka 32. Jadi inget April 2002 yang lalu, saat  lagi gemuk-gemuknya, eh..pecicilan pakai naik gunung segala. Karena terbujuk hasutan sesat dua teman, akhirnya aku ikutan naik gunung Gede.  *** Gunung Gede mengangkang antara Kab Cianjur-Kab Sukabumi. Kami bertiga naik lewat taman nasional Cibodas. Waktu itu April, hujan sedang rajin-rajinnya mengguyur bumi Siliwangi. Dengan tinggi 2.958 mdpl, Gede tercacat sebagai gunung ketiga tertinggi di tlatah Pajajaran.

Mencicip misterious road sampai kubah lava Kelud

Kelud (kadang Kelut) dalam bahasa setempat berarti menyapu /  membersihkan tempat tidur dengan kebyok (semacam sapu lidi). Maka nama gunung Kelud sangat sesuai mengingat reputasinya pernah menyapu pemukiman penduduk pada letusannya atau banjir lahar dingin.   Misterious Road , begitu bunyi papan pengumuman mencoba menarik perhatian pengunjung di trek menuju kawah gunung Kelud. Misterious road adalah fenomena anti gravitasi, jalanan tampak menurun (sebelum pembatas jalan) tetapi anehnya mobil justru berjalan mundur (naik). Ada yang berteori disebabkan pengaruh medan magnet aneh di gunung kutukan Lembu Sura ini, tetapi ada juga yang menjelaskan bahwa fenomena ini hanyalah ilusi optik belaka.

GUNUNG CIKURAY NEGERI PARA BIDADARI

By Tunggulwulung Camellia sinensis , itulah nama indah yang diberikan oleh dedengkot taksonomi Carl Linnaeus kepada tumbuhan berdaun hijau harum yang biasa kau seduh sore hari, teh, cantik  nan lentik. Camellia dilatinkan dari nama botanikus dan pastor asal Czech Georg Kamel yang menjadi pelindung kaum papa di Pilipina, sinensis dilatinkan dari China, jadi artinya kurang lebih tumbuhan berdaun hijau, pelindung, harum, berasal dari negeri tirai bambu.  Dayeuh Manggung Tea Garden  Namun nama indah tak selalu sesuai kenyataannya. Setidaknya inilah yang kualami dengan si Camellia ini.   Tanpa perasaan dia telah memerangkapku. Nanti akan kuceritakan padamu. ****         Sang dukun hujan, BMKG, berulangkali memperingatkan dalam situsnya bahwa selama April ini akan terjadi hujan lebat disertai angin untuk jawa bagian barat. Menurut peta buatan manapun, Cikuray pasti diletakkan di daerah ini. Dan tersiar kabar tak sedap, Desember t...
MEMETIK EKOR AWAN DI ALTAR SUCI CIREMAI PART 2 By Tunggulwulung Manis belaka kawan, euforia di puncak Ciremai , manis tak terkira. Di ketinggian seperti ini, kau menghirup jenis udara yang berbeda dari udara kota berpolusi yang puluhan tahun menjejali paru-parumu. Juga kau lihat jenis satwa dan tumbuhan yang berbeda dan lagi bunyi-bunyian yang berbeda. Apakah ini tempat para dewa?  Kawah Ciremai Di sini, di puncak Ciremai, entah kenapa mendadak rasa nasinalismeku membuncah sampai ubun-ubun. Dulu waktu masih sekolah -kau ingat kan jaman orde baru- aku hampir selalu acuh saja jika Komandan Upacara meneriakkan hormat bendera dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Namun, disini, di puncak Ciremai, ketika kudengar grup pendaki lain merayakan keberhasilan mencapai puncak dengan menyanyikan Indonesia Raya, tiba-tiba kurasakan, sungguh heroik dan anggun lagu ini. Kembali kuingat petuah guru IPS waktu SD dulu, ini bukan lagu sembarang. Diciptakan WR Supratman waktu masih 21 tahun....

MEMETIK EKOR AWAN DI ALTAR SUCI CIREMAI Part 1

By Tunggulwulung Ciremai? Oktober? Hm, Seketika terbersit pertanyaan di otakku, “apakah cukup bijaksana mendaki Ciremai di bulan Oktober?” Kau tahu kan kawan, bulan begini hujan mulai mengguyur bumi Prabu Siliwangi. Data tiga bulanan ahli nujum hujan BMKG jelas-jelas tertulis bahwa selama Oktober akan terjadi hujan intensitas sedang. Kuberitahu rahasia kawan, aku kadang-kadang kejangkitan penyakit sinting Lombrosso, setidaknya begitulah sebutan guru SDku untuk orang gila jenis ini, yaitu melakukan tanpa mikir. Untungnya kami mendapat informasi dari LSM Laskar Alam bahwa sampai minggu kedua Oktober, di pos pertama pendakian (Linggarjati), hujan baru turun dua kali. SARMATA (Satuan Anak Rimba Madya Utara) memutuskan tetap mendaki Ciremai tanggal 24-25 Oktober. Tim berangkat dari terminal Pulogadung Jumat malam 23 Oktober 2009.

Tertenung Bisikan Galunggung

TASIKMALAYA. Satuan Anak Rimba Madya Utara (SARMATA) telah menyelesaikan Ekspedisi Perdananya ke Kawah Galunggung hari Sabtu Pon tanggal 8 Agustus 2009 yang lalu. Galunggung adalah gunung berapi strato dengan ketinggian 2.168 dpl yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya. Kawah Galunggung Tim yang terdiri dari Didik, Ariv, Mahmoed, Ahw berkumpul di Terminal Kp Rambutan untuk menumpang Bus ke Tasik. Terkantuk-kantuk di bus kira-kira 5 jam, tim sampai di Terminal Tasik. Dengan menumpang Angkot kira-kira 40 menit sampailah Tim di kangkangan Kaki Nyi Galunggung yang acuh. Tracking dimulai dari Objek Wisata air panas pukul 02.00 WIB setelah terlebih dahulu mengisi perut kuli kami dengan nasi Timbel. Awalnya kami berjalan kaki dengan agak lambat mengingat di dasar tanah sepanjang track terdapat ribuan semut. Tapi untungnya semut-semut ini ngga ganas. Setelah jalan kaki kurang lebih 1 jam, baru tersadar kalau kami salah jalan. Akhirnya diputuskan putar balik, dan menyusuri track lain.