Langsung ke konten utama

SIBORONGBORONG BUKAN SEKEDAR SAYUR KOL

thanks for reading,

Waktu abang pergi ke Siborongborong, 
datang hujan yang sangat lebatlah;
Terkejut abang terheran-heran,
Ada warung kopi di pinggir sawah.
Begitulah plesetan lagu sayur kol karya Punxgoaran yang terkenal itu.

Bakal menyesal anda tak mencoba kopi satu ni, namanya Single Origin Arabica Siborongborong. Diambil dari varietas Sigararuntang, ditanam pada ketinggian lebih daripada 1.200 mdpl di pegunungan sekitaran danau Toba. Petani membudidayakannya secara organik dan hanya memanen buah yang telah masak kemerahan. Diklaim aromanya wangi, bold, spicy, caramel dan fruity. Dibandrol dengan harga Rp88.000 per bungkus 200gram. Diproses secara semi washed. Cara pasca panen paling umum di Sumatera sana, simpel dan petani cepat dapat uang hasil panen. Buah dipanen kemudian dikupas kulitnya dengan mesin pulper, kemudian didiamkan dahulu dalam karung, dijemur, dan dikupas kulit tanduknya dengan mesin huller.

Diroast oleh Piltik Coffee, artisan specialty coffee roaster kayanya. Frasa artisan biasanya saya dengar di dunia perbakeran, perotirotian untuk merujuk baker house yang tidak terlalu besar, tak terlalu banyak memakai mesin, melestarikan rasa tradisi lokal yang unik, mempertahankan hidup yeast dalam sour dough yang bahkan telah diwarisinya dari kakek dari buyutnya si baker. Jadi yeastnya telah hidup/berumur ratusan tahun. Nah kali ini saya mendengarnya di dunia perkopian.
Momenth of truth: dicoba brew menggunakan mesin Otten, rasa yang muncul: fruity ada walau tak setajam Gayo, Bold terasa, harumnya pasti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What is Chongqing 1949 Shows Tell About

thanks for reading, Located at Chongqing theatre, PRC, a 360 degree pivotal stage, what is realy tell about? In 1949, when the new China had just been established, the city of Chongqing remain shrouded in darkness. Represented by the Third Brother, Lin Zijie, and Jin Ziu, Communist Party member faced the enemy's brutal torture at the Zahzhidong and Baigongguan prisons, faced life-and-death choices everyday. The underground party in Chongqing was actively rescuing comrades in prisons. Meanwhile, the Second Brother, Lin Zihao, led the advanced detachment of the Second Field Army of the Chinese People's Liberation Army, marching swiftly toward the southwest. However, just before the liberation of Chongqing, the Nationalist goverment issued an order to the eldest brother, Lin Zixiong, to carry out the masacre and destroy the city, causing numerus revolutionary martyrs to fall at the break of dawn. Preface The Darkness Before Dawn China underwent tremendous transformation in the lat...

Akhir Kisah Hidup Tokoh Film Bumi Manusia

Bumi Manusia, roman karya Pramudya Ananta Toer, merupakan bagian pertama dalam empat novel seri Pulau Buru- Bumi Manusia - Anak Semua Bangsa - Jejak Langkah - Rumah Kaca. Sebuah novel berseting tahun 1898 tentang pertemuan budaya-politik antara negeri jajahan dengan negeri induknya. Tokoh utama digambarkan seorang lelaki muda pribumi yang dididik secara eropa dan mengaguminya kemudian menghadapi kenyataan bahwa negeri terjajah selalu berada pada posisi teraniaya. Sehingga melawan melalui tulisan di koran yang akhirnya merangsang tokoh nasionalisme lainnya menuju pergerakan pra-kemerdekaan Indonesia.  Tahun 2019 Roman ini diangkat ke layar lebar oleh Falcon Picture, disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Minke Tokoh utama, setelah kembali dari pembuangan dari Maluku menghadapi kenyataan bahwa seluruh hartanya termasuk kantor koran di Jalan Naripan Bandung, hotel di kawasan Jalan Kramat Raya, toko alat tulis/kantor di Kwitang Jakarta, rumah tinggal di dekat Kebun Raya Bogo...

Kutukan Pesugihan Gunung Kawi

thanks for reading, Dari penutur asli Juragan Pabrik Sabun Cuci. cuci baju di sungai Kisah ini disarikan dari pengalaman nyata, tepatnya terjadi sekitar tahun 70an ketika sabun cuci masih berbentuk batangan. Sebut saja pak Perbawa pemilik pabrik sabun cuci di kabupaten N. Pabriknya cukup lumayan untuk ukuran kota kecil waktu itu. Saya mendapatkan cerita ini dari beliau di suatu magrib sekitar awal tahun 2000an, begini lengkapnya:      Waktu itu Pak Perbawa baru saja pensiun dari dinas TNI (kala itu ABRI). Sebagai seorang bintara beristri satu beranak tiga tentu sudah biasa hidup sederhana. Menjelang pensiun, pak Perbawa merintis usaha keluarga, memproduksi sabun cuci batangan. Saat itu masih jarang yang punya mesin cuci, maklum meskipun di Jawa, tak semua daerah dilalui jaringan listrik. Umumnya ibu-ibu mencuci baju dengan sabun cuci batangan memakai  Penggilesan (semacam papan kayu ukuran 30x50cm, beralur di tengahnya). Mencuci biasa dilakukan di pinggir sumur atau...